Jumat, 09 April 2010

Balutan Untuk Hati Yang Luka

Aku tersenyum ketika mentari datang menyambut pagi yang sejuk ini
Ku berikan senyuman yang indah kepada burung - burung yang berkicau padaku
Mereka mengepakkan sayapnya yang indah dan menari - nari dengan lincahnya
Seolah sedang mengingatkanku pada seseorang yang selalu mengucapkan selamat pagi setiap pukul 6 pagi lewat 15 menit
Hufth ! sayangnya dia telah pergi dari sampingku setelah hari kemarin
Hari dimana pertemuan terakhir antara aku dan dia
Hari dimana kita sepakat untuk berpisah dari kebersamaan yang telah kita lewati bersama
Mungkin hatiku terasa nyeri atau mungkin bisa menjadi luka yang bernanah
Tapi, apa harus aku meneteskan air mata yang seharusnya tidak perlu ini ?
Hahahaha, bodoh sekali jika aku harus menangis hanya karena hal seperti ini !
Tanpa aku sadari, kedua bola mataku ini tertuju pada sosok seseorang yang mungkin aku kenal dan mungkin juga tidak
Seseorang yang membawa peralatan pertolongan untuk luka yang sedang aku butuhkan saat ini
Sosok itu semakin lama semakin berjarak dekat denganku hingga aku dapat melihat wajahnya yang sempurna

"Aku tau kalau saat ini hatimu sedang terluka, karena itu aku datang untukmu. Sekarang, tolong ijinkan aku untuk mengobati luka itu. Aku akan membersihkan lukamu dengan alkohol agar serpihan kuman cinta yang menyakiti hatimu itu dapat terangkat, kemudian aku akan memberikan cairan antiseptic untuk mengurangi rasa sakit dihatimu yang sedang terluka, dan yang terakhir aku akan membalut lukamu dengan perban kasih sayang yang aku miliki"

Kata - kata itulah yang membuatku luluh dihadapannya
Terima kasih pangeranku, kau telah membuat luka ini sembuh dan hati ini dapat kembali tersenyum
Tapi sayangnya, aku tidak bisa bertemu lagi dengan pangeran tampan itu setelah dia mengobati luka dihatiku ini...

2 komentar:

  1. yang ini mantap, Rhany. andaikan bisa diprafrase lagi bisa menjadi syair lagu yang sangat melankolis!! Ok

    BalasHapus
  2. jadi terharu saya...

    BalasHapus